Teringat kembali, hari itu aku telah menjadi seorang mahasiswa....Saatnya
memperoleh pengalaman baru, teman baru, suasana baru dan pengetahuan baru.
Pengalaman menarik aku saat masuk kuliah, yah saat-saat dimana aku berjuang
mencari sosok sahabat. Aku sebagai
orang yang agak pendiam dan tidak banyak omong cukup sulit untuk menjalin
persahabatan dengan orang yang baru aku kenal. Ada yang berkata kalau dalam
menjalani hidup ini kita tidak boleh memilih-milih teman. Yaa…. aku sangat
setuju dengan pernyataan itu. aku juga termasuk orang yang tidak suka
memilih-milih teman. Aku berteman dengan siapa saja, baik yang dikenal jutek,
yang dibenci teman sekelas, yang kurang pandai dan yang pintar. Tetapi bukankah
kita juga memerlukan sosok yang lebih dari seorang teman, aku biasanya
menyebutnya sebagai seorang sahabat. Sahabat nantinya akan selalu ada di
samping kita, menemani kita dalam suka maupun duka. Oleh karenanya, dalam
memilih seorang sahabat, aku tidak pernah asal-asalan. Sejak SMP setiap
pergantian sekolah, aku selalu berdoa agar nantinya aku bisa mendapatkan
sahabat yang baik, yang tentunya memiliki pikiran yang sejalan dengan diriku.
Hal ini sangatlah penting untuk menjaga keutuhan suatu persahabatan. 


Saat itu, aku asyik duduk sendiri sambil memperhatikan dan mempelajari
tingkah laku teman-temanku....

Aku kembali teringat dengan seseorang yang aku
kenal saat OSPEK, namanya Pia. Di antara teman-temanku hanya Dila, Pia dan Dian
M. yang aku kenal sebelumnya. Tetapi saat itu aku memutuskan pencarianku aku
mulai dengan menjadi teman Pia. Setiap jeda kuliah aku dan beberapa teman yang
jumlahnya sekitar 10 orang lebih beristirahat di kosan Pia. Di kosan itu,
teman-teman saling menceritakan dirinya satu sama lain diselingi dengan
beberapa cerita yang cukup menarik. Sedangkan aku hanya terkadang mengeluarkan
suaraku. Bagi para pembaca jangan heran yah, karena aku memang begini dan
beginilah aku. Lebih senang mendengarkan dan tidak banyak bicara. Aku hanya
banyak bicara dengan orang-orang tertentu saja yang aku anggap nyaman.
Hampir seminggu lamanya, dosen masih jarang datang dan jadwal masih
amburadul. Karena Salwah (salah satu teman yang juga sering istirahat di
kosan Pia) sudah mendapatkan tempat kos, maka saat itu kami terbagi menjadi dua
kelompok. Sebagian ke kosan Pia, sebagian lagi ke kosan Salwah. Saat itu, aku
ikut ke kosan Salwah. Sama halnya saat di kosan Pia, di sini aku juga masih
tetap saja diam tanpa kata. Yaahh… seperti lagunya D’Masiv. Terkadang teman
bertanya kepadaku, “mengapa kamu pendiam sekali…??” Mereka sering memaksaku
untuk ikut bercuap-cuap, tapi aku hanya melemparkan senyum kepada mereka...

Sedikit bocoran untuk kalian para
pembaca, aku sebenarnya lumayan cerewet tapi aku cerewetnya dengan orang yang
sudah akrab denganku.... *membela diri...




********** Memasuki Bulan Ramadhan*****************
Awal bulan ramadhan menjadi awal yang baik bagiku, membawaku berjumpa
dengan sosok sahabat yang telah kucari selama ini. Mereka adalah Dian I. dan
Ria. Awal kami berkenalan yaitu saat sore hari sebelum acara buka puasa di
rumah teman kami yang bernama Ratih. Saat berkenalan aku baru tahu kalau
ternyata Dian I. adalah orang Makassar dan dahulunya ia sempat tinggal di
daerah dekat rumahku. Dan saat SD, sebelum aku pindah sekolah, ternyata ia
bersekolah di samping sekolahku. Saat ia SMP, ia berteman dengan teman SD
ku. Ditambah lagi saat ia SMA, ia berteman dengan teman SMPku. Sedangkan Ria
asli Bone, tapi ia tinggal di Gowa.
Saat jeda jam kuliah kami menghabiskan waktu kami di masjid, berhubung kami bertiga tidak ada yang memiliki tempat kos, dan malas untuk berjalan ke tempat kos teman yang lain...

Dan beberapa
minggu setelahnya, sepupuku yang bernama Dila mulai lelah juga untuk jalan ke
kosan teman yang lain. Jadi, aku ajak saja dia untuk beristirahat di masjid
saja..
Sejak saat itu, kami berempat sering bersama, baik itu hangout bareng dan
mengerjakan tugas bersama. Aku senang sekali bisa bersahabat dengan mereka
karena mereka selalu satu pemikiran dengan aku, apalagi kalau ditanya mau makan
dimana ....???? jawabannya pasti TERSERAH… Hahahaha… 


Saat jeda jam kuliah kami menghabiskan waktu kami di masjid, berhubung kami bertiga tidak ada yang memiliki tempat kos, dan malas untuk berjalan ke tempat kos teman yang lain...







2 komentar:
Yap! Sahabat adalah kawan yang lebih dari sekedar kawan, sangat diperlukan untuk tempat berbagi hal bersifat privacy, perjuangan dapatkan sahabat dari cerita ini sungguh seru :)
Semoga beruntung ya lombanya :)
Kunjungan blogwalking sore perdana kawan..
Sukses untuk blognya..
salam kenal
Tak lupa, mengundang juga rekan blogger
Kumpul di Lounge Event Blogger "Tempat Makan Favorit"
Salam Bahagia
Posting Komentar