Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Perjalanan Mencari Sesosok Sahabat

 PENGALAMAN MENARIK SAAT MASUK KULIAH



     Teringat kembali, hari itu aku telah menjadi seorang mahasiswa....Saatnya memperoleh pengalaman baru, teman baru, suasana baru dan pengetahuan baru. Pengalaman menarik aku saat masuk kuliah, yah saat-saat dimana aku berjuang mencari sosok sahabat. Aku sebagai orang yang agak pendiam dan tidak banyak omong cukup sulit untuk menjalin persahabatan dengan orang yang baru aku kenal. Ada yang berkata kalau dalam menjalani hidup ini kita tidak boleh memilih-milih teman. Yaa…. aku sangat setuju dengan pernyataan itu. aku juga termasuk orang yang tidak suka memilih-milih teman. Aku berteman dengan siapa saja, baik yang dikenal jutek, yang dibenci teman sekelas, yang kurang pandai dan yang pintar. Tetapi bukankah kita juga memerlukan sosok yang lebih dari seorang teman, aku biasanya menyebutnya sebagai seorang sahabat. Sahabat nantinya akan selalu ada di samping kita, menemani kita dalam suka maupun duka. Oleh karenanya, dalam memilih seorang sahabat, aku tidak pernah asal-asalan. Sejak SMP setiap pergantian sekolah, aku selalu berdoa agar nantinya aku bisa mendapatkan sahabat yang baik, yang tentunya memiliki pikiran yang sejalan dengan diriku. Hal ini sangatlah penting untuk menjaga keutuhan suatu persahabatan. winkwinkwink


Perjalanan Mencari Sesosok Sahabat

     Siang itu cuaca sangat panas, kulit terasa dicubit olehnya..... Dari pagi hari menunggu dosen yang tak kunjung datang. “Jamur-jamur” merupakan sebutan untuk tempat yang sering aku dan teman-teman sekelasku tongkrongi saat menunggu dosen. Terlihat beberapa temanku yang sudah saling akrab satu sama lain. Jika aku perhatikan, mereka membentuk beberapa kelompok kecil. Sebenarnya aku juga ingin gabung dengan beberapa di antara mereka, tetapi sebagian besar teman saya rata-rata dari daerah dan berbahasa Bugis. Ketika mereka bertemu dengan teman yang sedaerah dengannya, mereka selalu menggunakan bahasa daerah mereka. Hal ini menjadi salah satu hambatanku untuk dekat dengan teman yang lain. Kupalingkan pandanganku ke arah seseorang yang bernama Dila yang memiliki hubungan keluarga denganku. Terlihat ia sedang asyik bercengkerama dengan kelompok barunya. 

     Saat itu, aku asyik duduk sendiri sambil memperhatikan dan mempelajari tingkah laku teman-temanku.... Aku kembali teringat dengan seseorang yang aku kenal saat OSPEK, namanya Pia. Di antara teman-temanku hanya Dila, Pia dan Dian M. yang aku kenal sebelumnya. Tetapi saat itu aku memutuskan pencarianku aku mulai dengan menjadi teman Pia. Setiap jeda kuliah aku dan beberapa teman yang jumlahnya sekitar 10 orang lebih beristirahat di kosan Pia. Di kosan itu, teman-teman saling menceritakan dirinya satu sama lain diselingi dengan beberapa cerita yang cukup menarik. Sedangkan aku hanya terkadang mengeluarkan suaraku. Bagi para pembaca jangan heran yah, karena aku memang begini dan beginilah aku. Lebih senang mendengarkan dan tidak banyak bicara. Aku hanya banyak bicara dengan orang-orang tertentu saja yang aku anggap nyaman.

     Hampir seminggu lamanya, dosen masih jarang datang dan jadwal masih amburadul. Karena Salwah (salah satu teman yang juga sering  istirahat di kosan Pia) sudah mendapatkan tempat kos, maka saat itu kami terbagi menjadi dua kelompok. Sebagian ke kosan Pia, sebagian lagi ke kosan Salwah. Saat itu, aku ikut ke kosan Salwah. Sama halnya saat di kosan Pia, di sini aku juga masih tetap saja diam tanpa kata. Yaahh… seperti lagunya D’Masiv. Terkadang teman bertanya kepadaku, “mengapa kamu pendiam sekali…??” Mereka sering memaksaku untuk ikut bercuap-cuap, tapi aku hanya melemparkan senyum kepada mereka... 


Sedikit bocoran untuk kalian para pembaca, aku sebenarnya lumayan cerewet tapi aku cerewetnya dengan orang yang sudah akrab denganku.... *membela diri...




********** Memasuki Bulan Ramadhan*****************


     Awal bulan ramadhan menjadi awal yang baik bagiku, membawaku berjumpa dengan sosok sahabat yang telah kucari selama ini. Mereka adalah Dian I. dan Ria. Awal kami berkenalan yaitu saat sore hari sebelum acara buka puasa di rumah teman kami yang bernama Ratih. Saat berkenalan aku baru tahu kalau ternyata Dian I. adalah orang Makassar dan dahulunya ia sempat tinggal di daerah dekat rumahku. Dan saat SD, sebelum aku pindah sekolah, ternyata ia bersekolah di samping sekolahku. Saat ia SMP, ia  berteman dengan teman SD ku. Ditambah lagi saat ia SMA, ia berteman dengan teman SMPku. Sedangkan Ria asli Bone, tapi ia tinggal di Gowa. 
     Saat jeda jam kuliah kami menghabiskan waktu kami di masjid, berhubung kami bertiga tidak ada yang memiliki tempat kos, dan malas untuk berjalan ke tempat kos teman yang lain... Dan beberapa minggu setelahnya, sepupuku yang bernama Dila mulai lelah juga untuk jalan ke kosan teman yang lain. Jadi, aku ajak saja dia untuk beristirahat di masjid saja.. Sejak saat itu, kami berempat sering bersama, baik itu hangout bareng dan mengerjakan tugas bersama. Aku senang sekali bisa bersahabat dengan mereka karena mereka selalu satu pemikiran dengan aku, apalagi kalau ditanya mau makan dimana ....???? jawabannya pasti TERSERAH… Hahahaha… 

lomba blog #sukasuka


 "artikel ini di ikut sertakan dalam lomba blog #sukasuka di genksukasuka yang di sponsori oleh bunda desi, kakjuli dan teh ani berta"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

anny mengatakan...

Yap! Sahabat adalah kawan yang lebih dari sekedar kawan, sangat diperlukan untuk tempat berbagi hal bersifat privacy, perjuangan dapatkan sahabat dari cerita ini sungguh seru :)

Semoga beruntung ya lombanya :)

A&K mengatakan...

Kunjungan blogwalking sore perdana kawan..
Sukses untuk blognya..
salam kenal
Tak lupa, mengundang juga rekan blogger
Kumpul di Lounge Event Blogger "Tempat Makan Favorit"

Salam Bahagia

Posting Komentar